Inovasi Syiar, Penyuluh KUA Bugul Kidul Terapkan Metode Nada Nahawand dalam Pembelajaran Tahfidz di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan
Suasana religius menyelimuti aula SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) Kota Pasuruan pada Kamis (05/02). Puluhan siswa nampak khidmat mengikuti pembelajaran klasikal hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an. Uniknya, hafalan kali ini tidak dilakukan secara monoton, melainkan menggunakan pendekatan irama Nahawand yang merdu dan menyejukkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program sinergi antara dunia pendidikan dengan penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bugul Kidul. Hadir langsung sebagai mentor adalah tim penyuluh yang terdiri dari Ustadz M. Ainul Yaqin, Ustadz Muhammad Badrul Huda, Ustadz Sulthon Fathoni, serta Ustadzah Lailatul Mahmudah dan Ustadzah Zuhrotul Laily.
Mempermudah Hafalan Melalui Seni Irama
Ustadz M. Ainul Yaqin menjelaskan bahwa pemilihan nada Nahawand bukan tanpa alasan. Karakteristik nada ini yang cenderung lembut dan emosional dianggap sangat efektif untuk membantu siswa menghafal tanpa merasa terbebani.
"Kami ingin mengubah stigma bahwa menghafal Al-Qur'an itu sulit. Dengan lagu Nahawand, siswa menjadi lebih antusias karena ada unsur seni dan keindahan saat melantunkan ayat-ayat suci," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Pihak sekolah menyambut positif kehadiran tim penyuluh KUA Bugul Kidul. Pembelajaran klasikal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas bacaan (tajwid) sekaligus memperlancar hafalan para siswa sebagai bekal spiritual di masa depan.
Sinergi ini membuktikan bahwa peran Penyuluh Agama Islam tidak hanya terbatas pada urusan administratif di KUA, tetapi juga menyentuh ranah edukasi bagi generasi milenial dan Gen Z di sekolah formal. Melalui bimbingan yang tepat, diharapkan nilai-nilai Al-Qur'an dapat tertanam kuat dalam karakter para siswa di Kota Pasuruan.
